leggings

Gen Z Tinggalkan Leggings, Beralih ke Celana Longgar Ala 90-an

Perubahan Tren Fashion: Dari Leggings ke Celana Longgar

Selama lebih dari satu dekade, leggings menjadi item wajib di lemari pakaian banyak orang. Dari gym hingga streetwear, fashion ini mendominasi gaya kasual, terutama di kalangan perempuan milenial. Namun pada 2025, laporan terbaru menunjukkan bahwa tren mulai bergeser. Gen Z tinggalkan leggings dan justru kembali menghidupkan tren celana longgar ala 90-an, seperti parachute pants, cargo pants, dan oversized trackpants.

Data dari AI retail analysis firm menunjukkan penurunan popularitas leggings dari 46,9% pada 2022 menjadi hanya 38,7% di 2025. Sementara itu, tren celana longgar melonjak signifikan, menjadi bagian penting dari estetika retro-modern yang digandrungi Gen Z.


Mengapa Gen Z Tinggalkan Leggings?

Ada beberapa alasan mengapa Gen Z mulai meninggalkan leggings dan memilih celana longgar:

  1. Kenyamanan dan Fleksibilitas
    Celana longgar dianggap lebih nyaman dipakai dalam jangka panjang. Dengan potongan yang tidak ketat, pengguna merasa lebih bebas bergerak.

  2. Estetika Retro
    Budaya fashion 90-an sedang mengalami revival. Dari musik hingga gaya hidup, nostalgia era itu terasa kembali relevan. Celana baggy menjadi bagian penting dari identitas baru Gen Z.

  3. Body Positivity Movement
    Gen Z cenderung lebih menekankan penerimaan diri. Celana longgar dianggap lebih inklusif karena tidak menuntut bentuk tubuh tertentu untuk terlihat menarik.


Reaksi Industri Fashion

Pergantian tren ini mendapat tanggapan beragam dari pelaku industri fashion:

  • Brand Sportwear: Beberapa brand mulai meluncurkan koleksi cargo pants berbahan ringan untuk menggantikan leggings.

  • Desainer Streetwear: Tren ini dianggap sebagai peluang untuk membawa kembali estetika old school dengan sentuhan modern.

  • Retail Fast Fashion: Mulai menyesuaikan lini produk untuk memenuhi lonjakan permintaan celana baggy.

Majalah mode seperti Vogue dan Harper’s Bazaar bahkan menempatkan tren celana longgar sebagai salah satu top fashion movement 2025.


Sosial Media dan Viral Fashion

Tidak bisa dipungkiri, sosial media punya peran besar dalam menggeser tren ini. Platform seperti TikTok dan Instagram dipenuhi konten fashion haul bertema “Gen Z tinggalkan leggings” dan menggantinya dengan berbagai variasi cargo pants serta wide-leg jeans.

Hashtag seperti #BaggyIsBack dan #GenZStyle menjadi viral, menciptakan efek domino yang mendorong generasi muda untuk ikut mencoba. Influencer fashion juga berperan penting dalam mempercepat transisi gaya ini.


Implikasi Gaya Hidup dan Pasar Global

Perubahan tren ini bukan hanya soal gaya berpakaian, tetapi juga soal gaya hidup Gen Z:

  • Kenyamanan di Atas Segalanya: Mereka lebih memilih busana praktis daripada ketat dan membatasi gerakan.

  • Fashion Sebagai Identitas: Gaya retro dianggap lebih ekspresif dan fleksibel dalam memadukan berbagai item.

  • Pasar Global: Produsen di Asia, Amerika, dan Eropa berlomba-lomba menghadirkan koleksi “baggy line” untuk menarik pasar Gen Z.


Kesimpulan

Fenomena Gen Z tinggalkan leggings memperlihatkan bagaimana fashion selalu bergerak dinamis. Jika dulu skinny jeans dan leggings mendominasi, kini giliran celana longgar ala 90-an yang kembali berjaya.

Apakah tren ini hanya nostalgia sementara, atau akan menjadi standar fashion baru? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, 2025 menjadi tahun kembalinya retro style ke panggung utama fashion dunia.


Referensi:

Nvidia Previous post Nvidia Catat Lonjakan Pendapatan 56%: AI Boom Masih Membara
digital detox Next post Tren Wisata Digital Detox 2025: Melepas Gadget untuk Menemukan Kembali Ketenangan